|
Saat
itu pada hari Senin tangal 11 Februari 2013 jam analog di BlackBerryku
menunjukkan pukul 19.47 WIB. Jemariku baru saja selesai mengetikkan sebuah
statusku pada BBM “seindah-indahnya senyum adalah senyum yang menembus cucuran
air mata”. Tiba-tiba BlackBerryku berdering dan sebuah BBM masuk dari seorang
sahabatku yang cantik dan sangat smart, profesi beliau adalah seorang dokter di
salah satu klinik terkenal di kota Gresik telah membuat hati ini terasa sejuk.
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
"kesedihan itu
tak kan abadi”
“La Tahzan...”
“Tak usah bersedih,
pasti ada hikmahnya...”
Itu antara untaian
kata-kata yang lahir dari hati maupun bibir untuk membujuk hati yang sedang
kesedihan. Karena apa kita sedih? Gagal dalam pelajaran? Dikhianati kawan?
Putus cinta? Disisih sahabat? Dibuang keluarga? Kehilangan insan tersayang? Dan
sebagainya. Itu lumrah dalam satu kehidupan. Itu lumrah dalam satu perasaan.
Lawan sedih itu bahagia. Itulah roda kehidupan, kadang-kadang bahagia terasa,
sedih menyapa, namun kedua-duanya punya air mata. Bagaimana untuk bahagia? Maka
tersenyumlah!
Senyum itu boleh jadi
ridho, senyum itu jusa satu pemberian, senyum itu tanda bahagia, senyum juga
satu sedekah.
Maka tersenyumlah
wahai diri. Meniti kehidupan ini, ada pasang surutnya, ada naik turunya, ada
suka dukanya. Apa yang diberi-Nya itulah yang terbaik untukmu. Apa yang kau
dapat itulah yang sebenarnya kau perlukan. Apa yang kau miliki, hargai dan
syukurilah. DIA yang menatap lembut dirimu maka DIA yang tahu apa yang terbaik
untukmu.
Maka tersenyumlah
diri.
Sebagai manusia, kau
hanya merancang. Yang menentukan Yang Maha Esa. DIA lah sebaik-baik perancang.
Rencana-Nya itu pasti sesuai dengan kehendakmu karena DIA tahu kemampuan dan
keperluanmu. Ilmu-Nya itu luas
dibandingkan dengan ilmumu. Ilmu-Nya itu tak terjangkau oleh pemikiran manusia.
Sesungguhnya DIA yang Maha Mengetahui.
Maka tersenyumlah
diri. Ujian apapun yang menimpamu itu tanda sayang-Nya. Maka jadikanlah ujian
itu untuk menambah cintamu juga kepada-Nya. Bersabar dengan segala yang
mengujimu. Itu semua adalah tanda kasih dan perhatian-Nya padamu. Ingatlah bahwa ada lagi yang lebih sengsara,
derita dan berduka darimu. DIA takkan mengujimu sesuai dengan kesanggupanmu.
Bersyukurlah.
Maka tersenyumlah
diri. Meski selalu rapuh dalam langkah, dan kadang tak setia pada-Nya, tapi
bergantunglah selalu pada-Nya.
Sungguh luar biasa
bahasa yang dituliskan, kalimatnya tertata rapi dan sangat menyejukkan qolbu
tatkala membacanya. Sang dokter tahu jika diriku saat menuliskan sebuah status
di BBM hatiku sebenarnya sedang rapuh tapi tetap tersenyum dihadapan siapapun.
Ternyata sangatlah tidak rugi jika kita selalu tersenyum, tertawa dan bercanda,
meskipun kadang-kadang ada saja yang memberikan komentar pada senyuman kita.
Ada yang menganggap kita orang yang tak peduli dengan lingkungan; saat sedih,
gembira, suka, duka kita selalu tersenyum. Tapi biarlah mereka berkata seperti
itu, dan tetaplah tersenyum. Asal jangan senyum-senyum sendiri yaaa...
Hehehe... Always keep smile!!! Senyum itu sangatlah
indah.